NTT.Mabesnews.tv

Portal Kriminal dan Hukum NTT

Audit Investigasi Pengadaan Bibit Ternak di Sumba Timur: Ribuan Ternak Tak Layak Dibagikan ke Warga

Pendahuluan

Di tengah upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak, sebuah audit investigasi yang dilakukan oleh pengawas Marleni, S.Pt., mengungkap dugaan penyimpangan dalam pengadaan bibit ternak di Kabupaten Sumba Timur. Hasil audit menunjukkan bahwa ribuan ternak yang seharusnya menjadi bantuan bagi masyarakat tidak layak untuk dibagikan. Hal ini memicu pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program bantuan ternak.

Pelaksanaan Audit dan Temuan Utama

Audit yang dilakukan pada 24 Februari 2025 terhadap Kelompok Ternak Jurai Sekaput mencakup evaluasi berbagai aspek, termasuk prasarana, kesehatan hewan, pola pemeliharaan, dan pelestarian lingkungan hidup. Meskipun hasilnya secara umum sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), ada indikasi bahwa beberapa ternak yang telah diproduksi tidak memenuhi standar kelayakan untuk dibagikan kepada warga.

Dalam laporan audit tersebut, ditemukan bahwa sebagian besar ternak yang diperoleh dari pihak ketiga tidak memiliki sertifikat kesehatan resmi. Selain itu, kondisi kandang dan sistem pemeliharaan juga dinilai tidak memadai. Hal ini dapat berdampak buruk terhadap kesehatan ternak dan keselamatan masyarakat jika ternak tersebut dibagikan tanpa proses pengecekan yang cukup.

Proses Pengadaan Bibit Ternak yang Mencurigakan

Peternak Sumba Timur Menyampaikan Keluhan Terkait Kualitas Ternak

Pengadaan bibit ternak biasanya dilakukan melalui lelang atau kerjasama dengan peternak lokal. Namun, dalam kasus ini, dugaan adanya konspirasi antara pihak pengada dan pihak pemasok muncul. Beberapa peternak mengaku bahwa mereka hanya diberi informasi singkat tentang kualitas ternak yang akan diterima.

Selain itu, ditemukan bahwa ada indikasi manipulasi dokumen seperti surat keterangan kesehatan ternak. Dokumen-dokumen ini diduga dibuat sendiri oleh pihak tertentu tanpa melalui proses pemeriksaan medis yang benar. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap integritas seluruh proses pengadaan bibit ternak.

Dampak pada Masyarakat

Ribuan ternak yang seharusnya menjadi bantuan bagi masyarakat kini menjadi ancaman. Jika ternak yang tidak layak dibagikan, maka potensi penyebaran penyakit hewan bisa terjadi. Selain itu, masyarakat yang menerima ternak yang tidak sehat juga akan mengalami kerugian finansial dan psikologis.

Beberapa kelompok tani di Sumba Timur mengeluhkan kurangnya sosialisasi dan pengawasan terhadap kualitas ternak yang diterima. Mereka merasa bahwa pihak berwenang tidak memberikan informasi lengkap tentang kondisi ternak yang akan dibagikan.

Langkah yang Dilakukan Pemerintah Daerah

Proses Penyelamatan Ternak Akibat Erupsi Gunung Agung

Menanggapi temuan audit, pemerintah daerah Sumba Timur mengklaim sedang melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap semua ternak yang dikelola oleh pihak ketiga. Namun, sampai saat ini belum ada kebijakan jelas yang dikeluarkan mengenai tindakan yang akan diambil terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyimpangan ini.

Kepala Dinas Pertanian setempat menyatakan bahwa mereka akan segera mengeluarkan peraturan baru untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan bibit ternak. Selain itu, pihaknya juga berencana untuk meningkatkan pengawasan terhadap seluruh proses distribusi ternak.

Kesimpulan

Audit investigasi pengadaan bibit ternak di Sumba Timur mengungkap masalah serius yang berkaitan dengan kualitas dan transparansi. Dugaan penyimpangan dalam pengadaan ternak menunjukkan bahwa sistem pengelolaan bantuan ternak masih rentan terhadap korupsi dan nepotisme. Untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan keberlanjutan program bantuan ternak, diperlukan langkah-langkah tegas dan transparan dari pihak berwenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *